Pendampingan Peningkatan Spiritual Masyarakat Desa Mekarjaya Melalui Kegiatan Tradisi Barzanji di Mushola Baitul Maghfiroh

Authors

  • lusi_safitri lusi Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir
  • Nour Khalid Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir
  • Fitria Zulfa Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir
  • Syafiatun Nabila Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir

DOI:

https://doi.org/10.32764/abdimasagama.v5i3.4473

Abstract

Kegiatan Barzanji sebagai salah satu elemen penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini direalisasikan melalui program pendampingan peningkatan spiritual masyarakat Desa Mekarjaya melalui kegiatan tradisi barzanji di mushola baitul maghfiroh, permasalahan pokok yang ditemukan di Desa Mekarjaya adalah kurangnya keterlibatan jamaah musholla baitul magfirah dalam menjalankan kegiatan barzanji, maka dari itu pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan jamaah musholla baitul magfirah melalui pendampingan terarah dan bertujuan untuk  meningkatkan spiritual masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan mendorong partisipasi aktif dalam komunitas, pendampingan ini menggunakan metode pendekatan pengembangan masyarakat berbasis asset yang menekankan pada penggunaan aset dan potensi yang dimiliki oleh komunitas setempat. Tim pendamping dalam kegiatan pengabdian ini terdiri dari mahasiswa dan dosen yang memastikan beragam perspektif yang terlibat dalam proses pendampingan, Hasil pendampingan ini yaitu dapat memberikan pemahaman terkait tradisi barzanji sebagai suatu nilai yang positif untuk mempertahankan eksistensinya, pendampingan ini menunjukkan adanya peningkatan spiritualisme masyarakat sekitar musholah baitul maghfiroh karena berhasil dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aspek keagamaan.

Published

2025-02-06

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pendampingan Peningkatan Spiritual Masyarakat Desa Mekarjaya Melalui Kegiatan Tradisi Barzanji di Mushola Baitul Maghfiroh . (2025). Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 167-171. https://doi.org/10.32764/abdimasagama.v5i3.4473