Pengaruh Kombinasi POC Urine Kelinci dan Pupuk Anorganik terhadap Kubis Bunga Putih
DOI:
https://doi.org/10.32764/k98bwp20Keywords:
kubis bunga putih, POC urine kelinci, pupuk anorganikAbstract
Studi ini melihat penggunaan pupuk organik cair (POC) yang dipadukan dengan pupuk anorganik dalam urine kelinci berdampak pada pertumbuhan dan hasil kubis bunga putih (Brassica oleracea L.) varietas Agusta F1. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor dengan tiga kali ulangan untuk eksperimen di Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, dari Mei hingga Agustus 2025. Konsentrasi POC urine kelinci adalah faktor pertama; terdiri dari K0 (0 mL/L), K1 (30 mL/L), K2 (60 mL/L), dan K3 (90 mL/L). Faktor kedua adalah taraf pupuk anorganik, yaitu N1 (100%), N2 (75%), dan N3 (50%). Apabila hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan nyata, data dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Analysis of Variance/ ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa aplikasi POC urine kelinci berpengaruh terhadap lebar daun, diameter batang, dan diameter massa bunga. Variasi taraf pupuk anorganik memengaruhi panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot kering, tinggi bunga, diameter massa bunga, bobot segar, dan bobot massa bunga. Interaksi kedua faktor perlakuan memberikan respon terhadap panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, dan bobot massa bunga. Kombinasi K1N3 paling responsif pada fase vegetatif, sedangkan kombinasi K3N3 paling efektif pada fase generatif.
