KONSEP ALIRAN STRUKTURALISME DALAM GRAMATIKA BAHASA ARAB

Main Article Content

Afif Kholisun Nashoih

Abstract

Ilmu nahwu merupakan sumbangsih pertama dan terbesar yang diberikan oleh grammarian Arab paska datangnya Islam. Merujuk pada awal mula eksistensinya, ilmu nahwu diklasifikasikan sebagai salah satu linguistik klasik atau tradisional. Klasifikasi tersebut memicu anggapan bahwa aliran linguistik tradisional belum mampu menjawab tantangan perkembangan ilmu bahasa yang semakin berkembang. Maka dari itu, muncul aliran linguistik modern yang diprakarsai Ferdinand de Saussure, adalah aliran strukturalisme yang lebih menitikfokuskan pembahasan terhadap form suatu tuturan dengan mengabaikan unsur semantis. Ketika konsep tersebut diaplikasikan ke dalam bahasa Arab, tentu terjadi perubahan total dalam kaidah bahasa Arab. Tidak digunakannya istilah-istilah yang lazim dalam ilmu nahwu -seperti rafa’, nashab, jar, fa’il, maf’ul, dll- menjadikan kaidah bahasa Arab miskin istilah. Meski demikian, kesederhanaan istilah tersebut membuat kaidah gramatikal mudah dipahami dan dilepajari. Oleh karena itu, relevansi konsep aliran strukturalisme terhadap gramatika Arab menjadikan pembelajaran bahasa Arab bagi penutur asing khususnya, relatif lebih simpel dan mudah untuk dipelajari.


Keyword: Strukturalisme, Gramatika Bahasa Arab.

Article Details

Section
Articles