OPTIMALISASI WAKAF UNTUK INKUBATOR BISNIS DAN TEKNOLOGI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI SIDOARJO

  • Alifian Bayu Nurdianto Sekolah Tinggi Agama Islam An Najah Indonesia Mandiri

Abstract

Dalam perkembangannya UKM mengalami berbagai hambatan. Hambatan-hambatan tersebut intensitasnya bisa berbeda dari satu daerah dengan daerah yang lain misalnya antara pedesaan dan perkotaan, atau antar sektor, atau antar sesama perusahaan pada sektor yang sama. Namun demikian, ada sejumlah persoalan umum yang dihadapi UKM antara lain keterbatasan modal kerja maupun investasi, kesulitan dalam pemasaran, distribusi dan pengadaan bahan baku dan input lainnya, keterbatasan akses informasi mengenai peluang pasar dan lainnya, keterbatasan pekerja dengan keahlian tinggi (kualitas SDM rendah) dan kemampuan teknologi, keterbatasan komunikasi dan biaya tinggi akibat prosedur

administrasi dan birokrasi yang kompleks.

Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan kesejahteraan umatnya.Kesejahteraan itu dapat diwujudkan, salah satunya, dengan mengoptimalkan serta mamaksimalkan potensi wakaf.Kementrian Agama dan Badan Wakaf Indonesia serta para ulama, adalah bagaimana mengoptimalkan pemanfaatan wakaf serta membentuk kesadaran masyarakat tentang wakaf supaya terbangun dengan baik dan dapat digunakan sebagai salah instrumen untuk membantu berbagai kegiatan umat dan mengatasi masalah umat seperti kemiskinan.

Dengan adanya persoalan pengangguran dan ketenagakerjaan di Kota Sidoarjo, inkubator bisnis dan teknologi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)telah menjadi harapan bagi banyak pihak untuk menjadi sebuah alternatif solusi bagi penyerapan tenaga keja di Sidoarjo. Salah satu cara yang ditempuh Pemerintah untuk menumbuhkan dan mengembangkan Pengusaha kecil adalah melalui program inkubator bisnis dan teknologi.

 

Kata Kunci : Wakaf, Usaha Mikro Kecil Menengah, Inkubator Bisnis &Teknologi,Sidoarjo

Published
2018-12-12
Section
Articles