AGROSAINTIFIKA
https://ejournal.unwaha.ac.id/index.php/agriwarta
<p>AGROSAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah untuk menyebarluaskan penelitian baik dari mahasiswa maupun dosen dalam bidang ilmu pertanian. Jurnal ini menekankan kajian ilmu pertanian yang meliputi budidaya pertanian dan ilmu perlindungan tanaman, agroekologi, teknologi pengolahan hasil pertanian, serta keteknikan pertanian dan ilmu-ilmu bidang pertanian lainnya. Terbit dua kali dalam satu tahun dan terbuka bagi para kontributor dari keahlian ilmu pertanian. E-ISSN : <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1541230290&1&&" target="_blank" rel="noopener">2655-6391</a></p>LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullahen-USAGROSAINTIFIKA2655-6391Tepung Maggot sebagai Pakan Alternatif untuk Pendederan Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus L.)
https://ejournal.unwaha.ac.id/index.php/agriwarta/article/view/6476
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas tepung maggot (<em>Hermetia illucens</em> L.) sebagai sumber protein alternatif dalam pakan benih ikan nila salin (<em>Oreochromis niloticus</em> L.) pada tahap pendederan pertama. Maggot, yang merupakan fase larva dari <em>Black Soldier Fly</em> (BSF), dikenal memiliki kandungan protein tinggi dan potensi besar sebagai pengganti tepung ikan dalam formulasi pakan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan, yaitu pakan berbasis tepung maggot (100%) dan pakan komersial sebagai kontrol. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik (specific growth rate/SGR), sintasan (survival rate/SR), serta kualitas air, yang diukur setiap minggu selama masa pemeliharaan. Hasil menunjukkan bahwa benih yang diberi pakan komersial memiliki bobot mutlak 0,055 g dan panjang mutlak 0,66 cm, sedangkan benih yang diberi pakan tepung maggot memiliki bobot mutlak 0,050 g dan panjang mutlak 0,50 cm. Nilai SGR pada perlakuan pakan komersial tercatat lebih tinggi (8,91%/hari) dibandingkan perlakuan tepung maggot (8,53%/hari). Namun demikian, benih yang diberi pakan berbasis maggot menunjukkan tingkat sintasan yang lebih tinggi (95%) dibandingkan dengan kontrol (81%). Selain itu, parameter kualitas air tetap stabil pada perlakuan tepung maggot, menunjukkan bahwa penggunaannya tidak menimbulkan peningkatan nitrogen yang berlebihan di perairan. Secara keseluruhan, meskipun pertumbuhan lebih tinggi pada pakan komersial, tepung maggot terbukti meningkatkan kelulushidupan benih nila salin dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber protein alternatif yang mendukung budidaya berkelanjutan.</p>Rahma AuliaMohamad SolehDamang Suryanto
Copyright (c) 2026 AGROSAINTIFIKA
2026-05-092026-05-098217