https://ejournal.unwaha.ac.id/index.php/agriwarta/issue/feedAGROSAINTIFIKA2025-12-05T16:29:51+00:00Ana Mariatul Khiftiyahagrosaintifika@unwaha.ac.idOpen Journal Systems<p>AGROSAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah untuk menyebarluaskan penelitian baik dari mahasiswa maupun dosen dalam bidang ilmu pertanian. Jurnal ini menekankan kajian ilmu pertanian yang meliputi budidaya pertanian dan ilmu perlindungan tanaman, agroekologi, teknologi pengolahan hasil pertanian, serta keteknikan pertanian dan ilmu-ilmu bidang pertanian lainnya. Terbit dua kali dalam satu tahun dan terbuka bagi para kontributor dari keahlian ilmu pertanian. E-ISSN : <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1541230290&1&&" target="_blank" rel="noopener">2655-6391</a></p>https://ejournal.unwaha.ac.id/index.php/agriwarta/article/view/6595Efektivitas Trichodermin dalam Mengendalikan Jamur Colletotrichum sp. Penyebab Penyakit Antraknosa pada Tanaman Stroberi (Fragaria x ananassa) 2025-12-05T16:29:51+00:00Anton Muhibuddinanton.fp@ub.ac.idMarshanda Regin Naufalyamarshandaregin@student.ub.ac.idIrisa Triantiirisa.trianti@ub.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi trichodermin sebagai agens pengendali hayati yang berasal dari <em>Trichoderma</em> sp. dalam mengendalikan jamur patogen <em>Colletotrichum</em> sp. pada buah stroberi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, pada bulan Desember 2024 - Maret 2025. Jamur <em>Colletotrichum</em> sp. diisolasi dari stroberi yang menunjukkan gejala penyakit antraknosa. <em>Tirchoderma</em> sp. ditumbuhkan dalam media PDB selama tujuh hari di <em>orbital shaker</em> dan disaring untuk mendapatkan filtrat serta dimaserasi menggunakan metanol. Filtrat diekstrak menggunakan <em>rotary evaporator</em> dan dilakukan uji FTIR pada hasil ekstraksinya. Hasil ekstrak yang telah menunjukkan bilangan gelombang gugus fungsi khas dari trichodermin kemudian digunakan sebagai agen antagonis yang akan diujikan dengan <em>Colletotrichum</em> untuk mengetahui efektivitas pengendaliannya secara in vitro pada media PDA dan in vivo pada buah stroberi. Perlakuan yang paling berpotensi dalam mengendalikan pertumbuhan <em>Colletotrichum</em> sp. yaitu perlakuan P5 dengan konsentrasi trichodermin sebesar 25%.</p>2025-12-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 AGROSAINTIFIKAhttps://ejournal.unwaha.ac.id/index.php/agriwarta/article/view/6057Optimasi Hasil Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L. Var. Italica) di Dataran Rendah dengan Pemangkasan Tunas Lateral dan Macam Pupuk Organik Cair 2025-07-24T01:02:25+00:00mia indriani indrianimiaindria10@gmail.com<p>Brokoli adalah komoditas sayuran bernilai tinggi, produktivitas brokoli di Indonesia masih rendah, terutama di dataran rendah dengan suhu tinggi dan kelembapan yang tidak stabil, menyebabkan pertumbuhan vegetatif yang berlebihan, termasuk perkembangan tunas lateral. Pemangkasan tunas lateral diyakini dapat meningkatkan kualitas hasil panen dan penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai suplemen nutrisi dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan. Studi ini bertujuan untuk menentukan pemangkasan tunas lateral dan penggunaan macam Pupuk Organik Cair (POC) terbaik pada hasil tanaman brokoli. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu waktu pemangkasan tunas lateral (D) dengan tingkat 28, 35, 42 Hari Setelah Tanam (HST) dan jenis pupuk organik cair (P) yaitu POC urine kelinci, POC sabut kelapa, POC air kelapa dengan 3 ulangan. Parameter pengamatan meliputi jumlah daun tanaman, berat brangkasan tanaman, berat segar akar, berat segar brokoli, dan diameter brokoli. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F atau analisis varians pada tingkat 5% untuk menentukan pengaruh perlakuan. Pengujian lebih lanjut dengan <em>Duncan Multiple Range Test </em>(DMRT) pada tingkat 5% dan 1% untuk menentukan perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan tunas lateral pada hari ke-42 setelah penanaman dan POC sabut kelapa dengan dosis 50 mL/L memberikan efek terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli. </p>2025-12-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 AGROSAINTIFIKAhttps://ejournal.unwaha.ac.id/index.php/agriwarta/article/view/6200Uji Kemampuan Cendawan Entomopatogen untuk Mendukung Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.)2025-11-25T08:36:31+00:00Khusnul Khotimahkhotim072@gmail.comAmbar Susantisekarsasanti@gmail.comSiti Aminatuz Zuhriasa.zuhria@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh aplikasi formulasi cair Cendawan Entomopatogen (CEP) <em>Beauveria bassiana </em>dan<em> Metarhizium anisopliae</em> sebagai biostimulator terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai merah besar (<em>Capsicum annuum </em>L.). Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2024 di <em>greenhouse</em> Fakultas Pertanian Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, Jombang, menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan meliputi: P0 = kontrol (tanpa CEP), P1 = <em>B. bassiana</em> 25 mL/L, P2 = <em>M. anisopliae</em> 25 mL/L, dan P3 = kombinasi <em>B. bassiana</em> 12,5 mL/L +<em> M. anisopliae</em> 12,5 mL/L. Pengamatan dilakukan tiap 7 hari hingga akhir fase vegetatif. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi CEP melalui metode <em>soil drenching</em> berpengaruh terhadap beberapa parameter pertumbuhan. Tinggi tanaman berbeda nyata pada minggu ke-2, dengan nilai tertinggi pada P1 (31,1 cm). Jumlah daun tidak berbeda nyata, meskipun nilai tertinggi bervariasi antarminggu dan kontrol tetap terendah. Panjang akar tertinggi diperoleh pada P2 (21,4 cm) dan terendah pada kontrol (11,6 cm). Bobot basah akar berbeda nyata dengan nilai tertinggi pada P2 (2,25 g) dan terendah pada P0 (1,07 g). Selain itu, aplikasi cendawan meningkatkan pH tanah dari 4,0 menjadi 5,2 serta menaikkan kelembaban dari 3 menjadi 6,5 yang menunjukkan peran mikroba cendawan dalam memperbaiki kondisi tanah dan mendukung fisiologi tanaman cabai merah besar.</p>2026-02-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 AGROSAINTIFIKA