Pengaruh Sistem Aeroponik Berbasis Internet of Things (IoT) terhadap Pertumbuhan Pakcoy (Brassica Rapa L.)

Authors

  • Mochammad Syafi’ Irwanto Universitas KH. A. Wahab Hasbullah
  • Dyah Ayu Sri Hartanti Universitas KH. A. Wahab Hasbullah
  • Yessita Puspaningrum Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

DOI:

https://doi.org/10.32764/3hy9sj40

Keywords:

aeroponik, IoT, pakcoy, pertanian modern

Abstract

Pertanian konvensional masih menghadapi berbagai permasalahan seperti efisiensi penggunaan air yang rendah, ketergantungan terhadap cuaca, serta keterbatasan lahan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem aeroponik berbasis Internet of Things (IoT) terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 18 tanaman pakcoy yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 9 tanaman menggunakan sistem aeroponik berbasis IoT dan 9 tanaman menggunakan metode konvensional berbasis tanah dan dilakukan satu kali penanaman. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan berat basah tanaman pada usia 30 hari setelah tanam (HST). Analisis data menggunakan uji statistik independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem aeroponik berbasis Internet of Things (IoT) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan pakcoy dibandingkan metode konvensional (P < 0,05). Tanaman yang dibudidayakan menggunakan sistem aeroponik berbasis IoT memiliki tinggi tanaman rata-rata sebesar 24,5 cm, sedangkan pada metode konvensional hanya mencapai 16,2 cm. Jumlah daun juga meningkat dari 11 helai pada perlakuan konvensional menjadi 18 helai pada sistem aeroponik berbasis IoT. Selain itu, diameter batang pada sistem aeroponik berbasis IoT mencapai rata-rata 1,25 cm, lebih besar dibandingkan metode konvensional yang hanya 0,82 cm. Berat segar tanaman meningkat meningkat dari 7,8 gram menjadi 93,2 gram. Peningkatan pada seluruh parameter tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan nutrisi dan lingkungan yang dilakukan secara otomatis melalui teknologi IoT mampu menciptakan kondisi pertumbuhan yang lebih optimal sehingga menghasilkan pertumbuhan dan biomassa tanaman yang lebih tinggi secara signifikan.

Downloads

Published

2026-08-15

Issue

Section

Articles