Pengaruh Mikoriza pada Media Serbuk Gergaji terhadap Pertumbuhan Cabai Rawit (Capsicum annuum L.)
DOI:
https://doi.org/10.32764/vs234x28Keywords:
cabai rawit, mikoriza, pertumbuhan vegetatif, serbuk gergajiAbstract
Cabai rawit merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat, namun produktivitasnya masih dipengaruhi oleh rendahnya kesuburan media tanam dan keterbatasan unsur hara. Pemanfaatan serbuk gergaji sebagai media tanam memiliki potensi besar karena ketersediaannya melimpah, tetapi memiliki kelemahan berupa rasio C/N tinggi yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, diperlukan penambahan mikoriza sebagai pupuk hayati untuk meningkatkan kualitas media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media tanam serbuk gergaji kayu mahoni yang dikombinasikan dengan mikoriza terhadap pertumbuhan vegetatif bibit cabai rawit (Capsicum annuum L.). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu P0 (100% serbuk gergaji), P1 (25% mikoriza + 75% serbuk gergaji), P2 (50% mikoriza + 50% serbuk gergaji), dan P3 (75% mikoriza + 25% serbuk gergaji), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif cabai rawit. Perlakuan P1 menunjukkan hasil terbaik dengan peningkatan tinggi tanaman dan jumlah daun yang signifikan dibandingka perlakuan lainnya. Hal ini disebabkan oleh peran mikoriza dalam meningkatkan penyerapan unsur hara melalui jaringan hifa yang memperluas daerah serapan akar serta meningkatkan ketersediaan fosfor dan nitrogen dalam media tanam. Dengan demikian, kombinasi serbuk gergaji kayu mahoni dan mikoriza berpotensi menjadi media tanam alternatif yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam budidaya cabai rawit.
