KONTRUKSI FIQIH PEREMPUAN HIZBUT AL-TAHRIR INDONESIA

  • Umi Chaidaroh

Abstract

Perempuan pada masa modern telah banyak berkiprah di ruang publik. Lebih dari itu, ternyata perempuan juga terlibat dengan gerakan Islam yang sering diasosiasikan dengan gerakan  fundamentalis seperti Hizbut al-Tahrir. Di Indonesia, Hizbut al-Tahrir telah mempunyai sayap organisasi perempuan yang bernama Muslimah Hizbut al-Tahrir Indonesia (MHTI). Para aktivis perempuan gerakan ini memainkan peranan aktif  untuk mencapai tujuan partai. Mereka melakukan perjuangan intelektual dan politik, termasuk menyeru kepada para penguasa muslim untuk bangkit melawan penindasan. Bahkan banyak anggota perempuannya  yang menjadi tahanan politik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi fikih perempuan Hizbut al-Tahrir berdasarkan pada metode ijtihad bersifat tekstual, atau literal methods dan menurut al-Jabiri,  model ijtihad Hizbut al-Tahrir masuk dalam  ranah berfikir bayani. Fikih perempuan yang dibangun oleh Hizbut al-Tahrir relatif fleksibel, tidak rigid pada banyak aspeknya. Hal ini terbukti dengan pemberian peran  publik terhadap perempuan. Bahkan  dalam kasus tertentu fikih perempuan Hizbut al-Tahrir bisa disebut liberal bila dibandingkan dengan pemikiran fikih dari intelektual muslim lain. Kekakuan atau kekukuhan pendapat Hizbut al-Tahrir dapat diketahui dari masalah pelarangan kepemimpinan perempuan dalam pemerintahan. Sekalipun apabila didekati dengan pemikiran gender, perempuan dapat menjadi pemimpin di pemerintahan.

 

Kata kunci: Fiqih Perempuan, textual, literal, flexibility, rigidity.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2016-07-17
How to Cite
Chaidaroh, U. (2016). KONTRUKSI FIQIH PEREMPUAN HIZBUT AL-TAHRIR INDONESIA. SAINTEKBU, 7(2). https://doi.org/https://doi.org/10.32764/saintekbu.v7i2.24