SINERGI PENGELOLAAN TANAH WAKAF DAN DANA DESA MELALUI BUMDESA SEBAGAI ALTERNATIF PENGENTASAN KEMISKINAN DI PEDESAAN

  • Achmad Jufri Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pamekasan

Abstract

Karya tulis ini membahas mengenai sinergi pengelolaan antara tanah wakaf dan dana desa sebagai alternatif untuk mengentas kemiskinan di pedesaan. Tulisan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya tanah wakaf yang kurang produktif sehingga manfaat dari segi ekonominya kurang bisa dirasakan oleh masyarakat utamanya di pedesaan yang sekarang dijadikan sebagai ujung tombak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.Mayoritas tanah wakaf yang tidak produktif disebabkan oleh tidak adanya dana untuk mengelolanya. Dengan adanya Dana Desa pemanfaatan tanah wakaf dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pedesaan bahwa pemanfaatan  tanah wakaf tidak hanya untuk kegiatan yang bersifat ritual ibadah saja serta agar dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan bagi pemerintah desa. Metode penulisan yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif-deskriptif yang menjelaskan fenomena secara komprehensif. Jenis data dalam tulisan adalah data sekunder yang diambil dari sumber-sumber terkait. pembahasannya menunjukkan bahwa tanah wakaf dalam tulisan ini berfungsi sebagai tempat pengelolaan dana desa yang di kelola oleh sebuah lembaga yang disebut Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Pengelola BUM Desa tersebut merupakan gabungan dari para aparatur desa yang tunjuk untuk mengelola dana desa dan nadzir sebagai pengelola sekaligus pengawas pelaksanaan pengelolaan tersebut.

 

Kata Kunci: Tanah Wakaf, Dana Desa, BUM Desa, Pedesaan

Published
2018-12-12
Section
Articles