Internalisasi Nilai-Nilai Aswaja Dalam Pendidikan Islam Sebagai Upaya Deradikalisasi Menuju Good Citizen

  • Mustiqowati Ummul Fithriyah
  • M.Saiful Umam

Abstract

Artikel ini mengulas tentang internalisasi nilai-nilai Aswaja pada pendidikan agama Islam dalam usaha deradikalisasi. Radikalisasi semakin berkembang pasca jatuhnya Orde Baru. Era Reformasi menjadi penanda terbukanya penyaluran berbagai bentuk ekspresi, termasuk ekspresi keberagamaan. Semakin berkembangnya radikalisasi memunculkan keresahan bagi masyarakat secara luas. Berbagai respons pun muncul, di  antaranya melalui  counter-ideologi. Aswaja disinyalir secara kuat dapat mencegah tumbuh suburnya radikalisasi. Data yang disajikan dalam artikel ini berasal dari telaah literatur yang berkaitan dengan topik tulisan. Argumen yang dibangun dalam tulisan ini adalah rekonstruksi dan aktualisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam Aswaja yang dapat terinternalisasi secara kokoh dalam diri seseorang. Strategi penting yang dapat ditempuh untuk sosialisasi dan internalisasi Aswaja adalah melalui jalur pendidikan. Di sekolah-sekolah  maupun perguruan tinggi-perguruan tinggi Islam yang mengaplikasikan mata kuliah agama Islam dengan platform nilai-nilai Aswaja, diharapkan para peserta didiknya memiliki pemahaman keagamaan yang moderat dan terhindar dari arus radikalisasi. Internalisasi nilai-nilai Aswaja pada pendidikan Islam juga dapat menjadi sebuah investasi untuk lahirnya good citizen atau warga negara yang baik, yakni  warga negara yang memahami dan menyadari akan hak dan kewajibannya dengan baik, sehingga akan tercapai sebuah  masyarakat yang hidup dalam keadaan damai, sejahtera, tentram, aman dan memiliki apresiasi yang besar terhadap adanya perbedaan, demi utuhnya NKRI.

 

Kata kunci: Aswaja, sosialisasi, internalisasi, radikalisasi, deradikalisasi, good citizen               

 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-09-24