PROPAGASI Dendrobium stratiotes Rchb.f. DENGAN BENZILADENIN SECARA IN VITRO

  • Umi Kulsum Nur Qomariah
  • Endang Semiarti
Keywords: Benziladenin, Dendrobium stratiotes, in vitro, konservasi, propagasi

Abstract

Tanaman Anggrek Dendrobium stratiotes Rchb.f. merupakan salah satu jenis angggrek alam indonesia. Populasi Dendrobium stratiotes Rchb.f. menurun bahkan terancam punah jika perdagangan terus berlanjut tanpa ada regulasi yang baik. Perbanyakan Dendrobium stratiotes Rchb.f. sangat diperlukan untuk konservasi dan menjaga plasma nutfah.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan propagasi Dendrobium stratiotes Rchb.f. dengan BA secara in vitro. Metode penelitian diawali dengan polinasi secara selfing pada bunga Dendrobium stratiotes Rchb.f. Biji Dendrobium stratiotes Rchb.f. umur 4 bulan hasil polinasi ditumbuhkan secara in vitro selama 6 bulan sampai menjadi tuas yang diap diinduksi dengan kriteria memiliki 2-3 daun dan 1-2 akar. Induksi dilakukan pada media ½ KC dan ½ MS yang masing-masing diberi perlakuan BA 1 PPM, 5 PPM dan 9 PPM. Kultur diinkubasi pada suhu 25±20C dengan fotoperiodisasi 16 jam terang dan 8 jam gelap. Parameter yang diamati meliputi warna daun, jumlah tunas, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan BA 9 PPM pada media ½ MS menghasilkan jumlah tunas adventif terbanyak dibandingkan semua perlakuan dan berbeda nyata. Analisis Uji F pada α 0,05 menunjukkan pengaruh BA  terhadap jumlah tunas adventif, berbanding lurus terhadap taraf konsentrasi BA. Kombinasi perlakuan BA pada media ½ MSmenghasilkan multiplikasi jumlah tunas adventif plantlet Dendrobium stratiotes Rchb.f. terbanyak dibanding kombinasi perlakuan lainnya. Dengan demikian maka propagasi dalam rangka konservasi Dendrobium stratiotes Rchb.f. dapat dilakukan melalui aplikasi BA pada media ½ MS secara in vitro yang ditunjukkan dengan terbentuknya tunas adventif.

Author Biographies

Umi Kulsum Nur Qomariah

Agroekoteknologi, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Endang Semiarti

Biologi, Universitas Gadjah Mada

Published
2019-01-05